<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Puskesmas &#187; PENIMBUNAN DEBU</title>
	<atom:link href="http://infopuskesmas.com/tag/penimbunan-debu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://infopuskesmas.com</link>
	<description>Info Puskesmas  Blog Berisi  Informasi Program  Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Aug 2010 06:21:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>HATI-HATI  PENIMBUNAN DEBU DALAM PARU-PARU</title>
		<link>http://infopuskesmas.com/hati-hati-penimbunan-debu-dalam-paru-paru.htlm.</link>
		<comments>http://infopuskesmas.com/hati-hati-penimbunan-debu-dalam-paru-paru.htlm.#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesker]]></category>
		<category><![CDATA[DALAM PARU-PARU]]></category>
		<category><![CDATA[menarik nafas]]></category>
		<category><![CDATA[PENIMBUNAN DEBU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infopuskesmas.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan saat kita menarik nafas, udara yang mengandung debu masuk kedalam paru-paru . Apa yang akan  terjadi dengan debu itu , tentu sangat tergantung  pada besarnya ukuran debu yang masuk. [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-35" title="paru-paru tertimbung debu" src="http://infopuskesmas.com/wp-content/uploads/2009/11/paru-paru-tertimbung-debu-300x299.jpg" alt="paru-paru tertimbung debu" width="300" height="299" />Bayangkan saat kita menarik nafas, udara yang mengandung debu masuk kedalam paru-paru . Apa yang akan  terjadi dengan debu itu , tentu sangat tergantung  pada besarnya ukuran debu yang masuk. Debu-debu  berukuran diantara 5-10 mikron masih mending karna akan ditahan oleh saluran  pernafasan bagian atas, sedangkan yang berukuran 3-5 mikron mungkin akan  di tahan oleh bagian tengah saluran pernafasan .</p>
<p style="text-align: justify;">Partikel-partikel yang volumenya di antara 1 dan 3 mikron akan di kirim langsung ke pada permukaan alveoli paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan partikel – partikel yang berukuran 0,1-1 mikron tidak begitu gampang di saring  di permukaan alveoli , oleh karna debu-debu ukuran tidak mengendap.</p>
<p style="text-align: justify;">Debu yang partikelnya berukuran kurang dari  0,1 mikron barmassa terlalu kecil , sehingga tidak hinggap dipermukaan alveoli atau selaput lendir , oleh karna gerakan Brown yang menyebabkan debu demikian bergerak keluar masuk alveoli</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara kerja itu adalah inertia atau kelembanan dari partikel – partikel debu yang bergerak , yaitu pada waktu pertikel berbelok  ketika melalui jalan pernafasan berkelok, maka partikel-partikel debu yang berukuran cukup besar tidak dapat membelok mengikuti aliran udara melaikan terus lurus sampai  menumpuk di selaput lendir dan menetap disana. Cara kerja  lain ialah sedimentasi , yang terutama benar untuk bronchi begitu  kecil dan bronchioli, karena itu kecepatan udara pernafasan sangat kurang kira-kira 1 cm / detik.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga gaya grafitasi bumi dapat bekerja terhadap kepada partikel-partikel debu dan mengendapkanya. Cara lain ialah gerakan brown terutama untuk partikel ukuran sekitar atu dibawah  0,1 mikron. Partikel-partikel kecil ini digerakkan oleh brown tadi ada kemunkinan menempel pada alveoli dan menyebabkan penimbunan</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan partikel ini tergantung dari pasisinya berada dalam paru- paru dan jenis debu itu sendiri. Debu yang hinggap di permukaan bronchi dan bronchioli akan di kembalikan keatas dan akhirnya keluar oleh cilia-cillia yang bergerak  dengan kecepatan 1 cm / jam dan dalam bronchus tertius juga bronchioli. Lain dari pada itu juga batuk merupakan salah satu cara kerja untuk mengeluarkan debu-debu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Debu  yang ada dialvioli bisa terjadi   beberapa kemunkinan yaitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu  kemunkinan dia akan melewati  permukaan alveoli dan setelah melewati  batas bronchioli tertangkap oleh cilia yang lalu di kembangkan ke jalan pernafasan tengah dan atas lalu keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila  bahan kimia penyusun debu mudah larut dalam air, dan bahan – bahan itu akan larut dan langsung masuk ke pembuluh darah kapiler alveoli. Dan bila  bahan tidak mudah larut tapi volumenya  kecil , maka partikel- partikel itu dapat menuju dinding alveoli, lalu ke seluruh limfa atau ke ruang peribronchial .</p>
<p style="text-align: justify;">Kemunkinan lain bisasaja  ialah disaring  oleh phgocit yang biasanya histiocid atu inti atau sel-sel masenchym yang tidak berdifferensiasi. Sel-sel phagocit itu mungkin masuk menuju saluran limfa, atau melewati  dinding alveoli ke bagian peribronchial atau keluar dari tempat itu ke bronchiali lalu oleh ranbut-rambut getar di kembalikan ke atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi bagaimana bila semua tidak berjalan sebagaimana mestinya ????  (fain)</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infopuskesmas.com/hati-hati-penimbunan-debu-dalam-paru-paru.htlm./feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
