Makassar, Puskesmas Batua Kota
Makassar hari ini 28/12/ 2009 merawat 3 (tiga) pasien diare yang di duga akibat keracunan makanan . Keracunan makanan ini di perkirakan terjadi dari acara pesta pernikahan yang dilangsungkan di RW. V RT. III Kelurahan Batua. Bahkan salah satu petugas Puskesmas Batua Ikut terkena diare setelah setelah mengikuti acara resepsi pernikahan tersebut. Dan Diperkirakan beberapa penderita berobat di tempat lain tampa menyadari sebab awal penyakit diare yang mereka alami.
Menurut salah satu petugas lapangan puskesmas Batua hal ini merupakan kejadian luar biasa atau KLB keracunan,di perkirakan terjadi akibat kue cucuru yang dimakan di pesta tersebut. Hal seperti ini mungkin ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengolahan makanan yang higenis dan cara penyimpanan makanan yang aman. Berikut penulis mencoba memaparkan hal yang berkaitan dengan keracunan semoga bisa membantu !!!!!
Keracunan makanan sering trjadi terutama di negara yang agak panas seperti negara kita, Indonesia. Sebenarnya banyak di antara kita yang mengalami keracunan makanan sekurang-kurangnya sekali setahun. Tetapi tidak kita tidak menyedarinya. Badan Kesehatan dunia juga menganggap bahawa ini sebagai satu masalah dunia. Karena keadaan ini mudah dihindari jika kita tidak waspada dan menjadikan kebersihan itu sebagai satu prioritas.
Keracunan makanan bisa disebabkan oleh kuman atau mikrooganisma, racun atau toksin, dan bahan kimia. Keracunan akibat kuman khususnya, terjadi apabila keadaan sekitar yang memungkinkan kuman tersebut hidup dan berkembang biak , misalnya dalam cuaca yang panas, lembab dan kotor. Kuman ini bisa juga menghasilkan racun dan bahan-bahan kimianya tersendiri.
Bagaimana bakteri muncul dalam makanan kita?
Pengolahan makanan yang kotor dan tidak teliti atau cara penyimpanan yang salah seperti :
Makanan mentah
Daging, ayam, ikan dan sebagainya tidak disimpan di tempat dingin , Makanan beku yang dibiarkan ‘cair’ pada keadaan panas terlalu lama , Makanan seperti buah-buahan serta sayur-sayuran yang tidak dicuci dengan baik , Makanan yang telah tercemar semasa dimasak atau dibungkus , Tidak menyimpan dengan sembarang tempat makanan yang dibeli, misalnya setelah ke pasar .
Apakah tanda keracunan makanan?
Biasanya , keracunan makanan terjadi dalam waktu 48 jam setelah memakan makanan yang tercemar. Umumnya tanda keracunan makanan termasuk rasa mual, muntah, berak-berak (diarea), pusing serta gangguan perut. Ada juga yang lebih serius mengakibatkan keracunan sistem saraf. Keadaan ini lebih berbahaya bagi kanak-kanak.
Keracunan yang disebabkan oleh bakteri
Campylobacterosis disebabkan oleh bacteria Campylobacter. Bakteri ini biasanya terdapat dalam ayam mentah, daging dan susu. Tanda-tanda keracunan terjadi dua hingga tiga hari setelah makan. Selain dari tanda-tanda umum, pasien akan mengalami demam dan berak darah. Bakteria Escherichia coli sering dikaitkan dengan berak-berak . Keadaan ini sering disebabkan oleh pengolahan makanan yang tidak bersih.
Cereus disebabkan oleh bakteria Bacillus cereus. Gejala sering timbul di antara satu hingga 18 jam setelah makan. Bagaimanapun waktu keracunan jenis ini tidak melebihi 24 jam.
Cholera disebabkan oleh bakteria Vibro cholera. Biasanya bakteria ini terdapat dalam makanan laut seperti ikan, kerang, kupang dan siput yang ditangkap di kawasan air tercemar. Tanda keracunan bermula di antara satu hingga tiga hari setelah makan dengan berak –berak ringan dan bisa menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan tubuh akibat diare yang berlangsung lama.
Sampai di sini dulu postinganya kepajangan …..masih banyak yang lain seperti penyakit gastroenteritis yang terdapat pada sayur,salmonella yang terdapat pada ayam dll, nanti dibuat dipostingan lain semoga bermamfaat….
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
KLB keracunan harus dilakukan penelusuran terhadap bahan makanan penyebabnya,biasanya tim dinas kesehatan turun dengan tim puskesmas dan BP POM. Masyarakat juga perlu berhati-hati mengelola makanan yang sehat.
BTW, waktu S2 di FKM, Unhas, saya pernah PKL bersama teman2 dari Kendari, ambil data surveilens imunisasi di Pusk. Batua, pd tahun 2007. SALAM buat teman-teman disana ya…