Bayangkan Dengan menarik nafas, udara yang mengandung debu masuk kedalam paru-paru . Apa yang akan terjadi dengan debu itu , tentu sangat tergantung pada besarnya ukuran debu yang masuk. Debu-debu berukuran diantara 5-10 mikron masih mending karna akan ditahan oleh saluran pernafasan bagian atas, sedangkan yang berukuran 3-5 mikron mungkin akan di tahan oleh bagian tengah saluran pernafasan .
Partikel-partikel yang volumenya di antara 1 dan 3 mikron akan di kirim langsung ke pada permukaan alveoli paru-paru.
Dan partikel – partikel yang berukuran 0,1-1 mikron tidak begitu gampang di saring di permukaan alveoli , oleh karna debu-debu ukuran tidak mengendap.
Debu yang partikelnya berukuran kurang dari 0,1 mikron barmassa terlalu kecil , sehingga tidak hinggap dipermukaan alveoli atau selaput lendir , oleh karna gerakan Brown yang menyebabkan debu demikian bergerak keluar masuk alveoli
Salah satu cara kerja itu adalah inertia / kelembanan dari partikel – partikel debu yang bergerak , yaitu pada waktu pertikel berbelok ketika melalui jalan pernafasan berkelok, maka partikel-partikel debu yang berukuran cukup besar tidak dapat membelok mengikuti aliran udara melaikan terus lurus sampai menumpuk di selaput lendir dan menetap disana. Cara kerja lain ialah sedimentasi , yang terutama benar untuk bronchi begitu kecil dan bronchioli, karna itu kecepatan udara pernafasan sangat kurang kira-kira 1 cm / detik.
Hingga gaya grafitasi bumi dapat bekerja terhadap kepada partikel-partikel debu dan mengendapkanya. Cara lain ialah gerakan brown terutama untuk partikel ukuran sekitar atu dibawah 0,1 mikron.Partikel-partikel kecil ini digerakkan oleh brown tadi ada kemunkinan menempel pada alveoli dan menyebabkan penimbunan
Keadaan partikel ini tergantung dari pasisinya berada dalam paru- paru dan jenis debu itu sendiri. Debu yang hinggap di permukaan bronchi dan bronchioli akan di kembalikan keatas dan akhirnya keluar oleh cilia-cillia yang bergerak dengan kecepatan 1 cm / jam dan dalam bronchus tertius juga bronchioli. Lain dari pada itu juga batuk merupakan salah satu cara kerja untuk mengeluarkan debu-debu tersebut.
Debu dialvioli terjadi beberapa kemunkinan yaitu.
Salah kemunkinan dia akan melewati permukaan alveoli dan setelah melewati batas bronchioli tertangkap oleh cilia yang lalu di kembangkan ke jalan pernafasan tengah dan atas lalu keluar.
Bila bahan kimia penyusun debu mudah larut dalam air, dan bahan – bahan itu akan larut dan langsung masuk ke pembuluh darah kapiler alveoli. Dan bila bahan tidak mudah larut tapi volumenya kecil , maka partikel- partikel itu dapat menuju dinding alveoli, lalu ke seluruh limfa atau ke ruang peribronchial .
Kemunkinan lain barangkali ialah disaring oleh phgocit yang biasanya histiocid atu inti atau sel-sel masenchym yang tidak berdifferensiasi. Sel-sel phagocit itu mungkin masuk menuju saluran limfa, atau melewati dinding alveoli ke bagian peribronchial atau keluar dari tempat itu ke bronchiali lalu oleh ranbut-rambut getar di kembalikan ke atas.
Tapi bagaimana bila semua tidak berjalan sebagaimana mestinya ???? (fain)
Related posts:
- Kebiasaan Merokok Dalam Rumah Berpengaruh Dengan Penyakit ISPA pada Balita Merokok adalah suatu kebiasaan yang sering kita lihat di dalam...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


