bayi lucuDari hasil penelitian yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Batua Kecamatan Manggala, terlihat bahwa responden yang memberikan ASI Eksklusif sebanyak 43 responden (71,7%). Alasan utama responden memberikan ASI Eksklusif adalah karena ASI lebih ekonomis sebanyak 12 orang (27,9%), anak lebih sehat sebanyak 28 orang (65,1%) dan karena pengalaman pengasuhan sebelumnya sebanyak 3 orang (7%)

Dari hasil penelitian ini juga terlihat bahwa responden yang tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 17 responden (28,3%). Alasan utama responden  tidak  memberikan ASI Eksklusif pada bayinya adalah bayi menolak ASI sebanyak 6 orang (35,3%) karena sebagian responden ada yang memiliki kelainan pada puting susunya misalnya puting besar, puting masuk kedalam sehingga bayi merasa tidak nyaman untuk menyusu pada Ibunya, disamping itu sebelum memberikan ASI pada bayi, Ibu terlebih dahulu sudah memberikan makanan pralakteal kepada bayinya berupa susu formula, madu dan air tajin sehingga bayi merasa bingung puting, yang akhirnya menyebabkan kedudukan ASI tergantikan.

Alasan lain adalah pengaruh iklan sebanyak 6 orang (35,3%), Semakin baik akses Ibu terhadap media, maka semakin besar peluang Ibu untuk tidak memberikan ASI Eksklusif. Hal ini bisa dipahami karena umumnya informasi tentang ASI sangat minim sekali, sebaliknya informasi tentang susu formula sangat mendominasi. Sedangkan yang memiliki alasan karena faktor ibu bekerja yakni sebanyak 5 orang (29,4%). Adapun jenis pekerjaan ibu bervariasi yakni bekerja sebagai pegawai negeri (1,7%), pegawai swasta (3,3%), wiraswasta (30%) dan pedagang (1,7%).

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.