<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Puskesmas &#187; Kesker</title>
	<atom:link href="http://infopuskesmas.com/category/kesker/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://infopuskesmas.com</link>
	<description>Info Puskesmas  Blog Berisi  Informasi Program  Kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 04:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>HATI-HATI  PENIMBUNAN DEBU DALAM PARU-PARU</title>
		<link>http://infopuskesmas.com/hati-hati-penimbunan-debu-dalam-paru-paru.htlm.</link>
		<comments>http://infopuskesmas.com/hati-hati-penimbunan-debu-dalam-paru-paru.htlm.#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:46:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesker]]></category>
		<category><![CDATA[DALAM PARU-PARU]]></category>
		<category><![CDATA[menarik nafas]]></category>
		<category><![CDATA[PENIMBUNAN DEBU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infopuskesmas.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan Dengan menarik nafas, udara yang mengandung debu masuk kedalam paru-paru . Apa yang akan  terjadi dengan debu itu , tentu sangat tergantung  pada besarnya ukuran debu yang masuk. Debu-debu  [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-35" title="paru-paru tertimbung debu" src="http://infopuskesmas.com/wp-content/uploads/2009/11/paru-paru-tertimbung-debu-300x299.jpg" alt="paru-paru tertimbung debu" width="300" height="299" />Bayangkan Dengan menarik nafas, udara yang mengandung debu masuk kedalam paru-paru . Apa yang akan  terjadi dengan debu itu , tentu sangat tergantung  pada besarnya ukuran debu yang masuk. Debu-debu  berukuran diantara 5-10 mikron masih mending karna akan ditahan oleh saluran  pernafasan bagian atas, sedangkan yang berukuran 3-5 mikron mungkin akan  di tahan oleh bagian tengah saluran pernafasan .</p>
<p style="text-align: justify;">Partikel-partikel yang volumenya di antara 1 dan 3 mikron akan di kirim langsung ke pada permukaan alveoli paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan partikel – partikel yang berukuran 0,1-1 mikron tidak begitu gampang di saring  di permukaan alveoli , oleh karna debu-debu ukuran tidak mengendap.</p>
<p style="text-align: justify;">Debu yang partikelnya berukuran kurang dari  0,1 mikron barmassa terlalu kecil , sehingga tidak hinggap dipermukaan alveoli atau selaput lendir , oleh karna gerakan Brown yang menyebabkan debu demikian bergerak keluar masuk alveoli</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu cara kerja itu adalah inertia / kelembanan dari partikel – partikel debu yang bergerak , yaitu pada waktu pertikel berbelok  ketika melalui jalan pernafasan berkelok, maka partikel-partikel debu yang berukuran cukup besar tidak dapat membelok mengikuti aliran udara melaikan terus lurus sampai  menumpuk di selaput lendir dan menetap disana. Cara kerja  lain ialah sedimentasi , yang terutama benar untuk bronchi begitu  kecil dan bronchioli, karna itu kecepatan udara pernafasan sangat kurang kira-kira 1 cm / detik.</p>
<p style="text-align: justify;">Hingga gaya grafitasi bumi dapat bekerja terhadap kepada partikel-partikel debu dan mengendapkanya. Cara lain ialah gerakan brown terutama untuk partikel ukuran sekitar atu dibawah  0,1 mikron.Partikel-partikel kecil ini digerakkan oleh brown tadi ada kemunkinan menempel pada alveoli dan menyebabkan penimbunan</p>
<p style="text-align: justify;">Keadaan partikel ini tergantung dari pasisinya berada dalam paru- paru dan jenis debu itu sendiri. Debu yang hinggap di permukaan bronchi dan bronchioli akan di kembalikan keatas dan akhirnya keluar oleh cilia-cillia yang bergerak  dengan kecepatan 1 cm / jam dan dalam bronchus tertius juga bronchioli. Lain dari pada itu juga batuk merupakan salah satu cara kerja untuk mengeluarkan debu-debu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Debu dialvioli terjadi  beberapa kemunkinan yaitu.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah kemunkinan dia akan melewati  permukaan alveoli dan setelah melewati  batas bronchioli tertangkap oleh cilia yang lalu di kembangkan ke jalan pernafasan tengah dan atas lalu keluar.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila  bahan kimia penyusun debu mudah larut dalam air, dan bahan – bahan itu akan larut dan langsung masuk ke pembuluh darah kapiler alveoli. Dan bila  bahan tidak mudah larut tapi volumenya  kecil , maka partikel- partikel itu dapat menuju dinding alveoli, lalu ke seluruh limfa atau ke ruang peribronchial .</p>
<p style="text-align: justify;">Kemunkinan lain barangkali ialah disaring  oleh phgocit yang biasanya histiocid atu inti atau sel-sel masenchym yang tidak berdifferensiasi. Sel-sel phagocit itu mungkin masuk menuju saluran limfa, atau melewati  dinding alveoli ke bagian peribronchial atau keluar dari tempat itu ke bronchiali lalu oleh ranbut-rambut getar di kembalikan ke atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi bagaimana bila semua tidak berjalan sebagaimana mestinya ????  (fain)</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infopuskesmas.com/hati-hati-penimbunan-debu-dalam-paru-paru.htlm./feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dermatosis Penyakit Akibat Kerja</title>
		<link>http://infopuskesmas.com/dermatosis-penyakit-akibat-kerja.htlm.</link>
		<comments>http://infopuskesmas.com/dermatosis-penyakit-akibat-kerja.htlm.#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 14:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[akibat kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Dermatosis]]></category>
		<category><![CDATA[Dermatosis Akibat Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infopuskesmas.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Dermatosis akibat kerja adalah semuamasalah kulit yang muncul pada waktu bekerja atau disebabkan oleh pakerjaan. Istilah dermatosis lebih tepat dari pada dermatitis, sebab kelainan kulit akibat kerja tidak usah suatu [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dermatosis akibat kerja adalah semuamasalah kulit yang muncul pada waktu bekerja atau disebabkan oleh pakerjaan. Istilah dermatosis lebih tepat dari pada dermatitis, sebab kelainan kulit akibat kerja tidak usah suatu peradangan, melaingkan juga tumor atau alergi . Persentasi dermatosisyang di sebabkan oleh pekerjaan  sekitar 50 – 60% maka dari itu penyakit tersebut perlu mendapat perhatian yang cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">Menegakkan suatu diagnosa penyakit akibat kerja tidaklah mudah . Lebih-lebih untuk keadaan dinegara kita, dimana dermatoses umum sangatlah banyak. Untuk itu haruslah di ikuti cara diagnosa penyakit-penyakit akibat kerja pada umumnya . Haruslah terang kapan tepatnya dermatoses itu dimulai . Untuk tahu persis kapan dermatoses itu mulai perlu adanya data pemeriksaan kesehatan sebelum kerja dan pemeriksaan kesehatan berkala.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya perlu pengetahuan tentang lingkungan kerja si penderita , apakah benar penyebab penyakit itu berada dalam lingkungan. Bila ada bagaimana keteranganya tentang cara penyebab itu menimbulkan penyakit tersebut, apakah secara imfeksi, apakah perangsangan primer atukah pemekaan . Pertanyaan ini dapat dijawab dengan memperhatikan penyebab-penyebab yang ada dalam lingkungan kerja dan dengan uji laboratorium ataupun klinis .</p>
<p style="text-align: justify;">Sangatlah penting diketahui ialah  “patch test” yang dapat memastikan bahan-bahan yang bekerja sebagai pemekat terhadap si pekerja. Satu cara uji sederhana , apakah dermatosis itu akibat kerja atau tidak , ialah memberikan cuti beberapa hari kepada penderita: apabila penyakit itu bersumber pada pekerjaan, biasanya oleh cuti demikian dermatosis menjadi kurang bahkan menjadi baik sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Patch test adalah cara uji klinis untuk menentukan apakah suatu bahan kimia bersifat sensitizer atau tidak . Terdapat banyak cara untuk melakukan pacth test tersebut.Patch test dapat digunakan sebagai alat diagnostic atupun prefentif. Sebagai alat diagnostic, bahan dalam konsentrasi sangat rendah dibiarkan kontak dengan kulit dan ditutup dengan plester atau gasverban dan plester. Bila penderita peka , timbullah tanda kelainan kulit .</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai bahan preventif dimaksukkan untuk menguji suatu bahan yang akan diproduksi oleh suatu industri , apakah bahan itu bersifat sensisiter atau tidak . Cara ini populer dalam perusahaan yang menghasilkan bahan – bahan pakaian sintetis. Untuk maksud tersebut bahan dalam kadar rendah di biarkan kontak dengan kulit dan ditutup dengan plester kira-kira 5 hari, lalu plesternya dibuka dan bahanya di bersihkan sekali, biarkan dahulu untuk waktu 10 hari. Kemudian bahan yang sama dikontakkan pula dikulit , bila reaksi timbul , berarti bahan itu sensitizer dan biasanya tidak di jual kepada umum.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti dinyatakan diatas pacth test preventif ini sangat penting untuk menentukan apakah bahan pakaian dapat atau tidaknya di pakai oleh umum di tinjau dari sudut sensitisasi .</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu missal bahwa diagnosa dermatosis akibat kerja kadang-kadang sulit , ialah membedakan apakah kelainan kulit ditangan , dermatosis akibat kerja atuakah reaksi dermatophytide , yaitu reaksi alergis terhadap imfeksi jamur kronis, yang biasanya tempat imfeksi di sela-sela jari kaki. Untuk itu harus dilakukan uji-uji klinis tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula faktor psychis kadang-kadang menyulitkan , bahwa kelainan kulit itu adalah dermatosis akibat kerja ataukah suatu kelainan latar belakangnya penyakit psysomatik. Untuk keperluan itu perlu nasehat keahlian dari seorang psychiater.</p>
<p style="text-align: justify;">


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infopuskesmas.com/dermatosis-penyakit-akibat-kerja.htlm./feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
