Angka kesakitan dan kematian akibat DBD di wilayah Kota Makassar dalam rentang waktu lima tahun terakhir yaitu periode 2000 sampai dengan 2005 mengalami fluktuasi dengan gambaran trend yang meningkat.

Tahun 2000, jumlah kasus DBD yang dilaporkan adalah sebanyak 792 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 14 orang atau CFR = 1.77, tahun 2001 meningkat menjadi 1.718 kasus dengan jumlah kematian 15 orang atau CFR = 0.87, tahun 2002 turun menjadi 1.446 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 22 orang atau CFR = 1.52, tahun 2003 turun menjadi sebanyak 1.127 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 17 orang atau CFR = 1.50, tahun 2004 turun menjadi 684 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 12 orang atau CFR = 1.75, dan tahun 2005 maningkat lagi menjadi 832 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 22 orang atau CFR = 264 (Dinkes Makassar, 2005).

Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit DBD di Kota Makassar selama tiga tahun terakhir yaitu periode tahun 2007 sampai 2009. Pada tahun 2007 jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 452 kasus dengan jumlah kematian 5 orang atau CFR = 1,10 %, Pada tahun 2008 jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 263 kasus dengan jumlah kematian 3 orang atau CFR = 1,14 %, Pada tahun 2009 (Januari – Agustus) jumlah penderita DBD yang dilaporkan sebanyak 221 kasus dengan jumlah kematian 1 orang atau CFR = 0,45 % (Dinkes Makassar, 2009).

Related posts:

  1. Angka Kematian Bayi (AKB) / Infant Mortality Rate (IMR) Kota Makassar Menurut profil Dinas Kesehatan Kota Makassar.Angka Kematian Bayi (AKB) di...
  2. Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar Puskesmas Tamalanrea berada di kecamatan Tamalanrea dengan luas wilayah kerja...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.